Prosesnya tinggal selangkah lagi. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent tinggal menyelesaikan prosedur administratif untuk melengkapi keputusan ini.
Di sisi lain, sejarah panjang Ikhwanul Muslimin patut dicermati. Menurut laporan AFP, gerakan ini lahir di Mesir pada 1928. Kini pengaruhnya sudah menjalar ke berbagai negara Arab.
Pendirinya adalah Hassan al-Banna, seorang guru sekolah. Visinya waktu itu sederhana tapi ambisius: mendorong kebangkitan Islam dalam tatanan sosial untuk melawan kolonialisme Barat.
AS bukanlah satu-satunya negara yang mengambil sikap keras. Sebelumnya, Mesir, Arab Saudi, dan Yordania juga sudah lebih dulu menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Jadi, keputusan Trump ini seperti mempertegas posisi yang sudah diambil beberapa sekutu dekatnya di kawasan.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi CCTV Rp2 Miliar di Makassar Mandek, Kejaksaan Dinilai Lamban
Berkas Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dinyatakan Lengkap, Segara Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Islah Bahrawi Ungkap Mahfud MD sebagai Inspirasi Keberaniannya Kritik Prabowo
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi 4,72 Juta Ton