Analisis terbaru memprediksi, sangat realistis Jokowi akan menjadi mantan presiden pertama yang menghabiskan masa tuanya di penjara. Falsafah Jawa "mikul duwur mendem jero" tampaknya tak berlaku untuknya. Kerugian negara yang ditimbulkannya dan keluarganya terlalu besar. Dosa politiknya pun terasa sulit untuk diampuni.
Meski masih ada yang histeris meneriakkan nama Jokowi, teriakan itu lama-lama akan hilang ditelan realita pahit.
Aksi nyata dimulai dari semangat "one for all, all for one" delapan tersangka itu. Mereka adalah gabungan dari tokoh masyarakat, ulama, aktivis, akademisi, mahasiswa, jurnalis, buruh, dan ibu-ibu yang menolak kezaliman dan kemunafikan. Gerakan untuk menghukum Jokowi dan para penjahat negeri kian masif. Dan, seperti kata pepatah, tidak ada kebohongan yang abadi.
Dari kasus ijazah palsu, terbentang rentetan masalah lain: nepotisme, korupsi, hingga pelanggaran HAM. Bayang-bayang dosa dan pengkhianatan terhadap amanat rakyat terus membuntutinya. Ijazah palsu itu bagai pukulan pertama yang menyakitkan, membuatnya menjerit. Penyesalan pun datang. Tapi, ya, sesal itu sudah tak ada gunanya lagi. Sama sekali.
") Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 25 November 2025
Artikel Terkait
Jadwal Buka Puasa Batam Hari Ini: Maghrib Pukul 18.23 WIB
Anggota DPR Hidayat Nur Wahid Desak Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Dagang dengan AS Soal Jaminan Halal
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada 27 Februari
Kambeng-kambeng, Gorengan Pisang Manis Khas Bugis-Makassar