Tiga Titik Vital Keamanan Nasional Jadi Fokus Utama Prabowo

- Senin, 24 November 2025 | 17:12 WIB
Tiga Titik Vital Keamanan Nasional Jadi Fokus Utama Prabowo
Pembaruan Keamanan Nasional

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin baru-baru ini mengungkapkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai pengamanan nasional. Intinya, ada tiga titik strategis atau yang disebut 'center of gravity' yang bakal jadi fokus utama.

“Kita sudah menetapkan tiga Center of Gravity yang harus kita jamin faktor keamanannya dalam rangka menunjang kegiatan, baik itu kegiatan sosial maupun kegiatan ekonomi serta pembangunan,”

Demikian penjelasan Sjafrie usai rapat dengan Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (24/11).

Ketiga wilayah itu adalah Jakarta, Aceh, dan Papua. Menurut Sjafrie, Jakarta diamankan secara menyeluruh, 360 derajat. Mulai dari pantai, udara, hingga darat semuanya dipantau ketat.

“Kemudian Center of Gravity yang kedua adalah Aceh, sebab ini adalah bagian barat dari wilayah kita. Center of Gravity ketiga adalah Papua,”

tambahnya.

Soal Papua, Sjafrie menyebut ada pendekatan baru yang bakal diterapkan: smart approach. Pendekatan ini menggabungkan cara teritorial dengan operasi gabungan taktis. Tujuannya sederhana tapi mendalam: merebut hati masyarakat.

“Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,”

ujarnya.

Meski begitu, Sjafrie menegaskan bahwa kedaulatan tetap tak boleh diinjak-injak. Kewaspadaan terhadap ancaman taktis yang bisa mengganggu kehidupan sosial dan pembangunan di Papua akan terus dijaga.

Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyoroti alasan di balik penetapan ketiga wilayah tersebut. Menurutnya, eskalasi ancaman di ketiga daerah itu jauh lebih tinggi dibanding daerah lain.

“Ya eskalasi ancaman. Ya lebih tinggi,”

ucap Agus singkat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar