“Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,”
ujarnya.
Meski begitu, Sjafrie menegaskan bahwa kedaulatan tetap tak boleh diinjak-injak. Kewaspadaan terhadap ancaman taktis yang bisa mengganggu kehidupan sosial dan pembangunan di Papua akan terus dijaga.
Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyoroti alasan di balik penetapan ketiga wilayah tersebut. Menurutnya, eskalasi ancaman di ketiga daerah itu jauh lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Ya eskalasi ancaman. Ya lebih tinggi,”
ucap Agus singkat.
Artikel Terkait
Dari Medan Berat, Bantuan TNI Akhirnya Sampai ke Pelosok Sumatra
Ketika Takwa Hanya di Lisan, Keadilan Pun Jadi Sandiwara
Mendagri Serahkan Gerobak dan Mi Instan, Pacu Pemulihan Aceh Tamiang
Gus Irfan Bekali Petugas Haji 2026 dengan Bahasa Arab untuk Antisipasi Masalah di Tanah Suci