Klaim Trump Soal Eksekusi di Iran: Benarkah Situasi Sudah Tenang?

- Kamis, 15 Januari 2026 | 11:18 WIB
Klaim Trump Soal Eksekusi di Iran: Benarkah Situasi Sudah Tenang?

Di Gedung Putih, Rabu lalu, Presiden AS Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Ia menyebut bahwa pembunuhan terhadap para demonstran di Iran telah dihentikan. Bahkan, rencana eksekusi yang sempat beredar pun dibatalkan.

"Sumber penting di pihak lain mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan dilakukan," ujar Trump.

Ia melanjutkan dengan nada yang agak meragukan, "Seharusnya hari ini ada banyak eksekusi, tetapi itu tidak akan terjadi kita akan lihat apakah benar."

Klaim Trump ini seolah mendapat penguatan dari pihak Iran sendiri. Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan pemerintah punya kendali penuh atas situasi. Kepada Fox News, ia meyakinkan bahwa tidak akan ada hukuman gantung, baik hari ini maupun besok. Menurutnya, situasi sudah kembali tenang.

Tapi benarkah semuanya sudah mereda? Laporan dari kelompok-kelompok HAM justru menggambarkan situasi yang jauh lebih suram dan bertolak belakang.

Amnesty International, misalnya, menuduh aparat melakukan pembunuhan massal dalam skala yang besar. Sementara Iran Human Rights mencatat angka yang mengerikan: sedikitnya 3.428 demonstran tewas, dengan lebih dari 10 ribu orang ditangkap.

Ada satu kasus yang sempat mencuat. Reuters melaporkan tentang Erfan Soltani, seorang pria 26 tahun yang ditangkap saat protes. Eksekusinya disebut-sebut batal di hari yang dijadwalkan, setidaknya menurut keterangan keluarganya. Namun, memastikan kebenaran cerita dari lapangan saat ini nyaris mustahil.

Kenapa? Karena internet di Iran mati total selama hampir enam hari. Sekitar 144 jam, menurut pemantau NetBlocks. Pemadaman masif ini jelas menyulitkan siapa pun untuk memverifikasi klaim-klaim yang beredar, entah itu dari pemerintah atau dari para aktivis.

Meski begitu, ada satu indikator yang dicatat Institute for the Study of War: laporan aktivitas protes mengalami penurunan tajam. Banyak yang menduga, ini adalah dampak langsung dari represi keamanan yang sangat keras, bukan karena protesnya benar-benar padam.

Di sisi lain, ketegangan di tingkat internasional jelas belum reda. Trump sendiri masih membuka opsi militer, meski belum dipakai. Sementara negara-negara G7 menyuarakan keprihatinan serius dan mengancam akan memberikan sanksi tambahan. Tekanan terhadap Iran, tampaknya, masih akan berlanjut untuk waktu yang cukup lama.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar