Namun begitu, ia tidak menutup mata terhadap realitas yang ada. Gibran secara khusus menyoroti ketimpangan yang mengkhawatirkan. Manfaat AI, saat ini, masih terpusat dan dikuasai oleh segelintir perusahaan raksasa dari negara-negara maju saja.
Ia pun mengingatkan semua pihak. Menurutnya, revolusi teknologi yang sedang berlangsung ini tidak boleh mengulangi kesalahan dan ketidakadilan yang terjadi di masa revolusi industri sebelumnya. Ia mendesak agar forum G20 memainkan peran sentjal.
Pesan itu disampaikannya dengan harapan agar kemajuan teknologi bisa benar-benar dirasakan oleh semua, bukan hanya segelintir orang. Sebuah harapan yang, mari kita akui, cukup berat untuk diwujudkan.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP