Suaranya lirih, mengingat kenangan manis yang kini berubah menjadi luka.
Bocah malang itu pertama kali dilaporkan hilang pada Maret 2025. Ia terakhir terlihat usai menunaikan salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, yang letaknya tak jauh dari rumahnya di Pesanggrahan.
Di sisi lain, perkembangan penyelidikan mulai menunjukkan titik terang. Polisi mengonfirmasi bahwa satu orang tersangka telah berhasil diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Sudah (diamankan satu tersangka),”
Demikian penegasan dari Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah, saat dikonfirmasi pada Minggu (23/11). Meski begitu, identitas dan motif pelaku masih disimpan rapat-rapat menunggu waktu yang tepat untuk diungkap ke publik.
Artikel Terkait
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah
Demokrasi di Era Kebisingan: Ketika Politik Indonesia Hanya Jadi Tontonan
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak