“Ada orang shalatnya benar secara gerakan, bacaannya benar, tetapi pikirannya ke mana-mana. Itulah hilangnya khusyuk,” jelasnya.
Menurut Ustaz Abdul Khalim, banyak jamaah yang secara fisik menjalankan shalat, tapi hatinya tidak sepenuhnya hadir. Gangguan tidak hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar. Beban hidup, tekanan pekerjaan, dan konsentrasi yang buyar karena gawai ikut mempengaruhi.
Ia juga menyoroti bahaya lain yang mengintai: kecanduan game dan pornografi. Dua hal ini, menurutnya, bisa merusak otak, memicu perilaku asosial, dan melemahkan kontrol diri. Bahkan, dampaknya dinilai lebih berbahaya daripada narkoba karena berpotensi mendorong tindakan kriminal dan merusak tatanan sosial.
“Asosial itu bahaya, karena Islam bicara sosial. Begitu shalat hilang, benteng sosial juga hilang,” tegasnya.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan praktik langsung shalat khusyuk oleh para jemaah. Mereka diajak untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan.
Reporter: muhtar
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada 27 Februari
Kambeng-kambeng, Gorengan Pisang Manis Khas Bugis-Makassar
Rekomendasi Es Buah Sehat untuk Buka Puasa, Cegah Dehidrasi
Polres Bone Bubarkan Balap Liar Subuh, 30 Motor Diamankan