Putin Tawarkan Bantuan Nuklir ke Prabowo dalam Pertemuan Hangat di Kremlin

- Rabu, 10 Desember 2025 | 19:48 WIB
Putin Tawarkan Bantuan Nuklir ke Prabowo dalam Pertemuan Hangat di Kremlin

Di balik dinginnya udara Moskow, pertemuan di Istana Kremlin Rabu lalu justru memanas dengan pembicaraan kerja sama teknologi. Vladimir Putin, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, secara terbuka menawarkan bantuan untuk pengembangan energi nuklir. Putin meyakini, kebutuhan Indonesia akan sumber energi semacam itu akan meningkat di masa depan.

“Kita punya prospek yang sangat bagus di sektor energi, tak terkecuali untuk pembangkit listrik tenaga nuklir,” ujar Putin.

Ia melanjutkan, “Saya paham negara Anda punya rencana ke arah sana. Dan kami di sini selalu siap membantu, kalau saja Indonesia memandang mungkin untuk melibatkan para ahli dari kami.”

Pembicaraan itu bukan cuma soal energi. Putin menilai, hubungan kedua negara secara keseluruhan sedang naik daun. Tahun ini, Rusia dan Indonesia genap merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Dan kerja sama ekonomi, katanya, ikut menunjukkan grafik yang menggembirakan.

“Komisi antar pemerintah kita aktif bekerja. Hubungan dagang dan ekonomi juga berkembang dengan baik. Baru dalam sembilan bulan awal tahun ini saja, angkanya sudah naik sekitar 17 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, Putin juga menyoroti sektor lain yang potensial. Industri dan pertanian, misalnya. Menurutnya, ada sejumlah proyek menarik yang bisa digarap bersama ke depan, termasuk soal meningkatkan ekspor produk agrikultur Rusia ke Indonesia.

“Kerja sama industri dan pertanian kita punya banyak peluang. Bahkan, dalam hal pertanian, ada surplus tertentu yang justru menguntungkan untuk Indonesia,” tutur Putin.

Pertemuan itu, secara garis besar, menegaskan keinginan Moskow untuk memperdalam kiprahnya di Asia Tenggara. Dan Indonesia, dengan segala potensi dan kebutuhannya, tampaknya menjadi salah satu mitra yang dianggap strategis.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar