Di balik dinginnya udara Moskow, pertemuan di Istana Kremlin Rabu lalu justru memanas dengan pembicaraan kerja sama teknologi. Vladimir Putin, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, secara terbuka menawarkan bantuan untuk pengembangan energi nuklir. Putin meyakini, kebutuhan Indonesia akan sumber energi semacam itu akan meningkat di masa depan.
“Kita punya prospek yang sangat bagus di sektor energi, tak terkecuali untuk pembangkit listrik tenaga nuklir,” ujar Putin.
Ia melanjutkan, “Saya paham negara Anda punya rencana ke arah sana. Dan kami di sini selalu siap membantu, kalau saja Indonesia memandang mungkin untuk melibatkan para ahli dari kami.”
Pembicaraan itu bukan cuma soal energi. Putin menilai, hubungan kedua negara secara keseluruhan sedang naik daun. Tahun ini, Rusia dan Indonesia genap merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Dan kerja sama ekonomi, katanya, ikut menunjukkan grafik yang menggembirakan.
Artikel Terkait
MRT Bekasi Mulai Bergerak, Pengadaan Tahap Pertama Dimulai Tahun Ini
BCA Proyeksikan BI Rate Turun 1-2 Kali pada 2026, Sapa Deputi Gubernur Baru
Rupiah Menguat, BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh Lebih Kuat
KSSK Pastikan Fondasi Ekonomi 2025 Kokoh, Waspadai Gejolak Global 2026