JAKARTA – Lagi-lagi, ada pergerakan di tubuh TNI. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, baru saja merombak beberapa posisi penting. Yang menarik perhatian, mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, Brigjen Inf Wahyu Yuniartoto, termasuk di dalamnya.
Berdasarkan surat telegram mutasi terbaru, Wahyu akan berpindah ke Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI). Di sana, dia akan menjabat sebagai Direktur C. Sebelumnya, pria itu menempati posisi sebagai Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana.
Menanggapi hal ini, Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut mutasi adalah hal yang wajar.
“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Lantas, seperti apa sebenarnya profil perwira yang satu ini?
Wahyu Yuniartoto lahir di Purbalingga, 18 Juni 1979. Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akmil tahun 2001. Dia memulai tugas sebagai Perwira Pertama di Pussenif, sebelum akhirnya masuk ke dunia Kopassus. Di korps baret merah inilah dia benar-benar malang melintang.
Jabatannya beragam. Saat masih berpangkat kapten, dia pernah memegang posisi Kasi Intel di Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. Menariknya, di tempat itu pula dia pernah menjadi komandan dari Serda Ucok Tigor Simbolon.
Perjalanannya terus menanjak. Dia pernah menjadi Ketua Tim Pelatih Sekolah Raider, lalu pada 2017 ditugaskan sebagai Ketua Tim Gumil/Tih di Pusdiklatpassus Kopassus. Puncaknya, dia dipercaya memimpin langsung sebagai Komandan Grup 2 Kopassus.
Pengalaman lapangannya pun tak main-main. Wahyu pernah diterjunkan di daerah-daerah operasi seperti Aceh dan Papua. Pengalaman di medan yang berat ini menunjukkan bahwa dia bukan cuma perwira yang piawai berpikir, tapi juga punya naluri tempur yang cukup tajam dan efektif.
Di akhir 2025, kariernya melesat. Wahyu menerima kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI. Tak lama setelah itu, dia langsung mendapat promosi jabatan sebagai Kapoksahli Pangdam Kodam IX Udayana. Dan kini, perjalanannya berlanjut ke BAIS TNI.
Artikel Terkait
Pengadilan Banding Selandia Baru Tolak Banding Pelaku Penembakan Masjid Christchurch
Pemerintah Bentuk Tim Asesor untuk Menentukan Status Aktivis HAM
Kemlu Pastikan Empat ABK Indonesia Selamat Usai Kapal Dibajak Perompak Somalia
KPK Panggil Tiga Direktur Travel Terkait Korupsi Kuota Haji 2023-2024