Pantai Saliper Ate di Kabupaten Sumbawa pagi itu tampak berbeda. Bukannya hanya debur ombak, tapi riuh rendah suara anak-anak dan para relawan yang berkumpul. Mereka sedang menggelar aksi bersih pantai dan penanaman pohon. Kegiatan ini digelar untuk menyambut hari jadi Kabupaten Sumbawa yang ke-67, sebuah momen yang coba diisi dengan aksi nyata bagi lingkungan.
Inisiatifnya datang dari Forum Anak Samawa (FAS). Forum yang bernaung di bawah DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa ini rupanya mendapat dukungan yang cukup solid. Tak tanggung-tanggung, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, melalui Wakil Ketua Badan Anggarannya, H. Johan Rosihan, ST, turut mengulurkan tangan. Dukungan juga datang dari Ketua DPRD setempat.
Mewakili Johan Rosihan, Dr. Miftahul Arzak, MA hadir dan menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini patut didukung penuh.
"Ini baru langkah awal kerja sama kita dengan FAS," ujar Miftahul dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu.
Ia juga mengisyaratkan rencana ke depan. "Nantinya, akan ada sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang melibatkan FAS dan Sekolah Pilar Muda. Tujuannya jelas: mendorong anak-anak Sumbawa untuk aktif berpikir dan berkarya bagi daerahnya sendiri."
Di sisi lain, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Anshori, melihat momentum ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Baginya, kebersihan dan penataan kawasan wisata seperti Pantai Saliper Ate mutlak diperlukan. Apalagi jika ingin destinasi ini naik kelas jadi tempat wisata keluarga yang menarik.
Acara yang berlangsung dari pukul 8 hingga 11 pagi itu diawali dengan semangat. Senam pagi dipimpin langsung pengurus FAS, menyegarkan sebelum mulai bekerja. Ketua Panitia, Yarda, dalam laporannya menekankan satu hal: peran generasi muda dalam menjaga lingkungan bukanlah hal sepele. Itu adalah investasi untuk pariwisata dan masa depan daerah.
Setelah itu, semua peserta bergerak. Ada yang memunguti sampah di sepanjang bibir pantai, ada pula yang mulai menggali lubang untuk menanam pohon. Suasana terasa kompak. Beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir pun mengangguk setuju. Mereka berharap aksi seperti ini tidak berhenti sekali saja, tapi bisa berlanjut dan makin meluas.
Memang, satu pagi membersihkan pantai mungkin tidak serta-merta mengubah segalanya. Namun, yang terpenting adalah pesannya sampai: kepedulian pada lingkungan bisa dimulai dari mana saja, dan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.
Artikel Terkait
Ketua Komisi B DPRD DKI Usul Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5.000
Pria Tak Dikenal Siram Cairan Merah ke Reza Pahlavi saat Acara di Berlin
Politik dan Agama Kembali Beririsan: Trump vs Paus di Tengah Konflik Iran
Polisi Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Dugaan Pelecehan Santri, Sahroni Minta Hukuman Berat