Segel yang dipasang KPK di rumah dinas Gubernur Riau, Abdul Wahid, ternyata ada yang merusak. Laporan soal ini langsung ditanggapi serius oleh penyidik. Mereka kini sedang memburu siapa pelaku yang berani merusak segel lembaga antirasuah itu.
Budi Prasetyo, juru bicara KPK, membenarkan hal itu saat ditemui wartawan pada Jumat (21/11).
"Itu juga sedang kami dalami, siapa eksekutornya," ujarnya.
Tak hanya mencari pelaku lapangan, KPK juga mendalami kemungkinan ada dalang di balik aksi perusakan itu. Sayangnya, Budi belum mau merinci siapa saja yang sudah dicurigai. "Siapa yang meminta atau menyuruh eksekutor merusak segel KPK yang dipasang saat OTT di Pemprov Riau," jelasnya lagi.
Penyegelan rumah dinas itu sendiri berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Gubernur Wahid. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa tiga orang pramusaji yang bertugas di sana: Alpin, Muhammad Syahrul Amin, dan Mega Lestari. Mereka diduga tahu soal perusakan segel tersebut.
Pemeriksaan ketiganya dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberikan pernyataan apa pun.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek