Segel yang dipasang KPK di rumah dinas Gubernur Riau, Abdul Wahid, ternyata ada yang merusak. Laporan soal ini langsung ditanggapi serius oleh penyidik. Mereka kini sedang memburu siapa pelaku yang berani merusak segel lembaga antirasuah itu.
Budi Prasetyo, juru bicara KPK, membenarkan hal itu saat ditemui wartawan pada Jumat (21/11).
"Itu juga sedang kami dalami, siapa eksekutornya," ujarnya.
Tak hanya mencari pelaku lapangan, KPK juga mendalami kemungkinan ada dalang di balik aksi perusakan itu. Sayangnya, Budi belum mau merinci siapa saja yang sudah dicurigai. "Siapa yang meminta atau menyuruh eksekutor merusak segel KPK yang dipasang saat OTT di Pemprov Riau," jelasnya lagi.
Penyegelan rumah dinas itu sendiri berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Gubernur Wahid. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa tiga orang pramusaji yang bertugas di sana: Alpin, Muhammad Syahrul Amin, dan Mega Lestari. Mereka diduga tahu soal perusakan segel tersebut.
Pemeriksaan ketiganya dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberikan pernyataan apa pun.
Artikel Terkait
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus
Trump Tawarkan Uang Tunai ke Setiap Warga Greenland demi Aneksasi
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung
Trump Minta Damai di Suriah: AS Berhubungan Baik dengan Dua Kubu yang Bertikai