Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:00 WIB
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung
Bantuan Tiba di Bukit Tempurung

Bantuan Tiba di Bukit Tempurung

Pada Kamis pekan lalu, suasana di Desa Bukit Tempurung, Aceh Tamiang, sedikit berubah. Sebuah tim gabungan yang terdiri dari Rumah Sakit Islam Bogor, IPHI Kota Bogor, dan LSDI Guru Sudharmo Medan akhirnya tiba di lokasi. Kedatangan mereka dinanti, setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor di akhir November 2025 lalu menghantam desa itu begitu hebat.

Dampaknya? Sungguh parah. Ribuan rumah rusak, akses jalan putus total. Yang tersisa adalah krisis: air bersih langka, persediaan makanan menipis, listrik pun padam. Keadaan warga yang ditemui tim itu jelas memprihatinkan. Mereka kehilangan banyak hal, dan bantuan tak bisa ditunda lagi.

Menyikapi situasi itu, tim bergerak cepat. Mereka membangun hunian sementara berbentuk rumah panggung yang dirancang khusus tahan genangan. Musim hujan seperti sekarang ini memang mengkhawatirkan. Program ini sengaja digeber untuk meringankan beban warga, terlebih lagi bulan Ramadhan sudah di depan mata.

Di sebuah pertemuan sederhana, Ketua Yayasan RSIB, Dr. Dwi Sudharto, menyampaikan bantuan langsung di hadapan perwakilan warga dan Kepala Desa.

"Bantuan ini adalah wujud kepedulian para dermawan yang menitipkan amanahnya pada kami. Kami sampaikan untuk saudara-saudara di sini. Semoga bisa sedikit meringankan, apalagi sebentar lagi kita menyambut Ramadhan," ujar Dwi.

Bantuan yang dibawa tidak main-main. Tim mencatat daftar panjang barang yang disalurkan:

  • Enam unit hunian sementara (huntara).
  • Material untuk mengganti atap fasilitas umum, yang akan difungsikan sebagai musala sekaligus aula, lengkap dengan perangkat ibadah seperti enam roll karpet sajadah.
  • Satu unit dapur umum, termasuk semua perlengkapan masaknya.
  • Empat unit MCK.
  • Dua menara air beserta torennya.
  • Satu unit sumur bor dalam dilengkapi pompa celup.
  • Dua unit lampu tenaga surya setiap bangunan sudah dapat jaringan listrik dan penerangan.
  • Paket busana ibadah: 80 mukena, 80 sarung, dan 80 baju koko.
  • Paket sembako berisi beras, telur, minyak, gula, dan kopi.
  • Serta paket obat-obatan yang mencakup 26 jenis obat.

Menerima bantuan sebanyak itu, Kepala Desa Bukit Tempurung, Muhammad Yunus, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

"Atas nama warga, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rombongan pimpinan Pak Dwi dan semua dermawan. Semoga Allah membalas setiap kebaikan yang diberikan," kata Yunus.

Hadir juga dalam rombongan itu, Ketua Pembina RSIB KH Didin Hafidhuddin. Beliau turut mendoakan semua pihak yang terlibat, terutama warga terdampak. Doanya sederhana: semoga diberikan kekuatan menghadapi ujian berat ini, dan keadaan segera pulih seperti sedia kala.

Rasa terima kasih tak cuma datang dari sang kepala desa. Banyak warga, terutama para ibu, juga menyampaikan hal serupa. Suasana haru pun terasa. Acara penerimaan bantuan itu akhirnya ditutup dengan makan bersama sebuah momen sederhana yang, bagi warga Bukit Tempurung, mungkin terasa sangat berarti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar