Di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump menyampaikan permintaan langsung: hentikan pertempuran. Konflik yang dimaksud adalah antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok Kurdi, atau yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Situasinya memang rumit. Bagaimana tidak? Amerika Serikat sendiri punya hubungan yang cukup baik dengan kedua kubu yang sedang berhadap-hadapan itu.
“Kelompok Kurdi dan pemerintah Suriah, seperti yang Anda ketahui dengan baik, kami berhubungan baik dengan keduanya,” ujar Trump kepada para wartawan, Sabtu (10/1).
“Mereka telah menjadi musuh alami selama bertahun-tahun, tapi kami menjalin hubungan baik dengan keduanya. Dan kami ingin melihat Suriah berhasil,” sambungnya.
Pernyataannya itu jelas ingin menekankan posisi AS yang agak unik di tengah konflik berkepanjangan. Namun begitu, fokus utamanya adalah menghentikan kekerasan yang baru saja meledak, khususnya di wilayah Aleppo. Menurut Trump, situasi sebelumnya terlihat mulai mengarah pada hal yang positif.
“Sejauh ini, menurut saya mereka sedang menuju ke arah yang benar,” katanya.
Tapi kemudian ia menambahkan, “Bentrokan ini baru saja pecah, dan kami ingin agar hal ini dihentikan.”
Permintaan itu disampaikan tanpa detail lebih lanjut soal langkah konkret apa yang akan diambil. Tapi pesannya terdengar jelas. Di satu sisi, Washington punya kepentingan dengan masing-masing pihak. Di sisi lain, eskalasi kekerasan justru bisa menggagalkan kemajuan yang menurut penilaian Trump sedang mulai terbentuk.
Artikel Terkait
Kapten Marseille Leonardo Balerdi Cedera Betis, Tinggalkan Pemusatan Latihan Timnas Argentina
Rachel/Febi Gagal ke Final Usai Dikalahkan Unggulan Pertama China di Semifinal Indonesia Open 2026
Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Iran 3-1 di Laga Perdana AVC Cup 2026
Jonatan Christie Akhirnya Tembus Final Indonesia Open 2026, Hadapi Kejutan Asal Kanada