Konsep? Oramikir.
Begitulah kira-kira yang terjadi. Sebuah frasa yang belakangan viral, menggambarkan fenomena unik di lapangan. Bukan cuma sekadar lelucon, tapi sepertinya ini benar-benar mencerminkan realitas yang banyak kita lihat.
Perencanaan? Juga Oramikir.
Kalau dipikir-pikir, sering banget kan kita nemuin proyek atau program yang seolah jalan tanpa peta. Perencanaan yang matang? Sepertinya bukan prioritas utama. Yang penting langsung eksekusi, urusan nanti bagaimana… ya, itu urusan nanti.
Di sisi lain, ada semacam euforia untuk terlihat produktif. Ritme kerjanya cepat, tapi arahnya kadang kurang jelas. Bagaikan lari di tempat capeknya dapat, majunya belum tentu.
Lalu, Dampaknya?
Nah, ini yang bikin miris. Dampak lingkungan, sosial, atau ekonomi seringkali cuma jadi pertimbangan nomor sekian. Pokoknya asal kerja terus. Hasil? Bisa ditebak. Banyak yang berantakan, atau malah menimbulkan masalah baru.
Artikel Terkait
Kuota Haji Plus Bocor ke Jalur Furoda, Uang Triliunan Menguap
Pramono Anung Usulkan Patung MH Thamrin Dipindah ke Jantung Bundaran
Diplomasi Prabowo Berbuah, Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
Dari Hatta hingga Gibran: Ironi Kualitas Wakil Presiden di Tengah Gelombang Literasi