Korban Tewas di Sibolga Capai 56 Jiwa, Delapan Warga Masih Hilang Tertimbun Longsor

- Rabu, 03 Desember 2025 | 16:18 WIB
Korban Tewas di Sibolga Capai 56 Jiwa, Delapan Warga Masih Hilang Tertimbun Longsor

Angka korban terus bertambah pasca bencana yang melanda Sibolga. Hingga Rabu kemarin, data terbaru dari Polres setempat mencatat 56 orang meninggal dunia. Selain itu, sembilan orang mengalami luka-luka. Yang mencemaskan, delapan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga kuat tertimbun material longsor.

“Proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR, TNI–Polri, BPBD, serta relawan masyarakat,”

Kata Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, dalam keterangannya.

Menurutnya, dampak bencana ini cukup luas, menjangkau setidaknya 18 titik lokasi. Kawasan di belakang SMPN Sibolga, Sibolga Julu, dan Simare-mare termasuk yang terdampak parah. Titik-titik lain seperti area belakang Masjid Budi Sehati, Tangga 100, hingga Jalan Murai juga tak luput dari amukan tanah dan air.

2.272 Warga Mengungsi

Gelombang pengungsian pun tak terhindarkan. Sebanyak 2.272 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka, mencari perlindungan di berbagai posko penampungan yang tersebar di beberapa kecamatan. Kerusakan properti juga signifikan: 231 rumah dinyatakan rusak berat. Namun begitu, ada sedikit kabar baik di tengah situasi buruk ini.

“Pemerintah daerah memastikan hingga saat ini tidak terdapat jembatan maupun jalan utama yang putus akibat bencana tersebut,”

tegas Suyatno lagi.

Artinya, akses logistik dan evakuasi masih bisa berjalan, meski pasti penuh tantangan. Di tengah proses pencarian, petugas berhasil menemukan satu korban jiwa, seorang remaja bernama Farhan (14), warga Jalan Murai, Kecamatan Sibolga Selatan.

Upaya penanganan darurat kini difokuskan pada banyak hal. Pemerintah kota bersama instansi terkait berjibaku, mulai dari memastikan tersedianya kebutuhan dasar seperti makanan dan selimut, menyediakan layanan kesehatan, hingga memberikan pendampingan trauma healing khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang paling terdampak.

Melihat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, warga diimbau untuk tidak lengah. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan harus tetap dijaga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar