Kehadiran Musk menandai babak baru dalam hubungannya dengan Trump yang sebelumnya sempat retak. Musk pernah menjabat sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah selama lima bulan dan mendampingi Trump dalam kunjungan ke Arab Saudi pada Mei lalu.
Namun, hubungan keduanya memburuk beberapa bulan kemudian setelah Musk mengkritik RUU Anggaran Trump dan menyebut nama Trump dalam berkas investigasi kasus Jeffrey Epstein. Ketegangan memuncak ketika Trump mengancam akan mendeportasi Musk yang memegang tiga kewarganegaraan: Afrika Selatan, Kanada, dan AS.
Dalam jamuan makan malam itu, Trump juga memuji Pangeran MbS sebagai pemimpin yang luar biasa. Terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang menggemparkan dunia pada 2018, Trump menyatakan keyakinannya bahwa putra mahkota tidak terlibat dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk