Kota Bekasi diguncang cuaca ekstrem pada Minggu sore (12/4/2026). Bukan cuma hujan deras dan angin kencang, fenomena alam ini juga diwarnai hujan es yang cukup jarang terjadi. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan menutupi jalan.
Lewat sebuah video yang beredar luas, terlihat jelas butiran-butiran es berjatuhan bercampur air hujan. Seorang warga bahkan mengabadikan butiran es yang menggenang di telapak tangannya. Di pojokan teras sebuah rumah, tumpukan es kecil itu terlihat jelas, menjadi bukti kejadian yang tak biasa itu.
Novita Adriana, salah seorang warga, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, hujan es mengguyur kawasan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih.
"Di Jatirasa hujan es. (Kejadian) sekitar jam 4 sore," ujar Novita.
Namun begitu, dampak yang lebih nyata justru terlihat dari pohon-pohon yang tumbang. Video lain menunjukkan sejumlah jalan raya terhalang batang dan ranting pohon yang roboh. Bahkan, ada rekaman yang memperlihatkan sebuah truk tertimpa pohon. Situasinya cukup kacau.
Di sisi lain, pihak berwenang memberikan penjelasan. Idham Kholid, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, membenarkan adanya cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan kota. Dia menyebut angin kencang dan hujan lebat sebagai pemicu utama pohon tumbang di beberapa lokasi.
"Kalau hujan es, saya belum ada informasi ya. Kalau pohon tumbang memang ada di beberapa titik, salah satunya di perbatasan dengan Bogor, di Vila Nusa Indah, di Rawa Lumbu juga ada, kemudian di perumahan IFI ada pohon tumbang dan atap rumah atau pos terbang," jelas Idham.
Saat ini, timnya masih melakukan pendataan. Mereka sudah bergerak ke lokasi-lokasi laporan untuk melakukan evakuasi dan penanganan secepatnya.
"Teman-teman saat ini sudah meluncur ke semua titik laporan, sedang evakuasi, evakuasi di villa nusa indah, di Rawalumbu, kemudian arah Narogong," tambahnya.
Meski begitu, laporan resmi tentang hujan es memang belum diterima oleh BPBD. Idham meminta waktu kepada publik sementara timnya bekerja di lapangan.
"Kami mohon waktu, tim kami saat ini masih melakukan penanganan. Informasi hasil penanganan dan perkembangan situasi akan disampaikan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin Ekonomi Indonesia Tembus Enam Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti
Timnas Indonesia U-19 Optimis Hadapi Piala AFF 2026 Usai TC di Yogyakarta
Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir
Kerbau Albino Mirip Donald Trump di Bangladesh Viral, Batal Dijadikan Hewan Kurban Idul Adha