Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang

- Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang

Preman Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu, Polisi Buru Pelaku di Tanah Abang

Suasana Tanah Abang yang selalu ramai kembali jadi lokasi kejadian. Aksi pemalakan terhadap seorang sopir bajaj dilaporkan terjadi di kawasan itu. Kali ini, nominal yang diminta sang preman terbilang besar: seratus ribu rupiah.

Polisi kini turun tangan. Mereka sedang menyelidiki kasus ini dan berusaha memburu pelaku yang masih buron.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi hal itu pada Minggu (12/4/2026).

"Saat ini anggota masih melakukan lidik penyelidikan untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan sedang digencarkan. Menurutnya, koordinasi dengan beberapa pihak terkait sudah dilakukan. Tujuannya jelas: menekan aksi premanisme di wilayah yang dikenal rawan ini.

"Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait, misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan, untuk laksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," ujar Dhimas.

Aksi ini terekam jelas dalam sebuah video yang beredar di Instagram. Akun @jakarta.terkini mengunggahnya, memperlihatkan detik-detik sang preman mendatangi bajaj yang sedang berjalan. Rekaman itu diambil oleh seorang penumpang yang kebetulan ada di dalam.

Dalam video, terlihat pelaku menghampiri sopir yang sedang menyetir. Percakapan pun terjadi. Suara penumpang yang merekam terdengar bertanya-tanya.

"Kalau di Tanah Abang emang kaya gitu ya, diminta apa tuh. Tapi palak atau apa sih bang," tanya penumpang.

"Iya palak. Sehari Rp100.000 sih," jawab sang sopir dengan lugas.

Rupanya, ancaman juga kerap terjadi. Sopir itu bercerita jika menolak memberi uang, dia akan diteriaki sebagai maling. Bahkan, kekerasan fisik sudah menjadi hal yang biasa. Buktinya, kaca depan bajajnya sudah pecah diduga karena ulah para preman.

"Terus kalau nggak dikasih gimana Bang," tanya penumpang lagi.

"Diteriakin maling. Ini pada pecah nih (kaca depan bajaj)," sahut sopir.

Kejadian ini bukan yang pertama. Kawasan Tanah Abang seperti punya catatan kelam sendiri soal pungutan liar. Meski patroli bersama kerap digaungkan, tampaknya para pelaku masih mencari celah. Mereka bergerak di tengah keramaian, memanfaatkan kesibukan yang ada.

Kini, semua mata tertuju pada polisi. Mampukah mereka menangkap pelaku dan memberikan efek jera? Warga, terutama para sopir bajaj, tentu menunggu jawabannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar