Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan

- Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan

MURIANETWORK.COM – Di tengah hiruk-pikuk kota, ada satu tren yang diam-diam makin kuat: orang mulai melirik rumah yang ramah lingkungan. Ya, hunian hijau makin banyak peminatnya, terutama di daerah urban.

Generasi muda, rupanya, punya pertimbangan baru. Mereka tak cuma lihat lokasi atau luas bangunan. Aspek seperti efisiensi energi dan dampaknya bagi kesehatan keluarga kini masuk dalam daftar prioritas.

Ardra Teja Bhaswara, Direktur PT Pulo Mas Jaya, mengamati perubahan ini. Menurutnya, ini bukan sekadar mode, tapi pergeseran cara pandang yang nyata dalam memilih tempat tinggal.

“Survei di kota-kota besar menunjukkan banyak calon pembeli, terutama generasi muda, bersedia membayar lebih untuk rumah yang lebih hemat energi, lebih sejuk, dan lebih sehat,” ujarnya.

Nah, dorongan dari pemerintah terkait regulasi bangunan hijau juga punya andil besar. Kebijakan itu rupanya mempengaruhi cara orang berpikir.

Hal ini terlihat dari sebuah penelitian terhadap 360 calon pembeli. Hasilnya cukup jelas: ada hubungan positif antara persepsi mereka terhadap kebijakan pemerintah itu dengan minat beli rumah hijau.

“Semakin positif penilaian mereka terhadap kebijakan hunian hijau, semakin tinggi pula minat dan keterlibatan mereka terhadap rumah hijau,” jelas Ardra.

Di sisi lain, tren ini sejalan dengan komitmen nasional untuk menekan emisi karbon. Konsep bangunan hijau pun merambah ke berbagai sektor, tak terkecuali perumahan.

Ardra menegaskan satu hal penting. Hunian hijau bukan cuma label atau jargon pemasaran belaka. Ini adalah konsep nyata yang dirancang untuk efisiensi dan kenyamanan.

Bayangkan, rumah seperti ini bisa tekan pemakaian listrik dan air. Kualitas udara di dalamnya juga lebih baik. Alhasil, ketergantungan pada AC bisa berkurang dan tagihan listrik pun lebih ringan. Siapa yang tidak mau?

Pengaruh Lingkungan Sosial Masih Kuat

Namun begitu, kita juga harus akui bahwa keputusan beli rumah di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Faktor kebijakan dan kesadaran diri memang penting, tapi rekomendasi dari keluarga atau teman dekat seringkali jadi penentu akhir.

Karena itu, edukasi publik tentang manfaat hunian hijau harus terus digencarkan. Tujuannya agar pemahaman ini merata, tidak hanya di kalangan tertentu.

Dengan dukungan kebijakan dan kesadaran yang makin tumbuh, hunian hijau diprediksi bakal jadi arus utama di dunia properti. Konsep rumah hemat energi, sehat, dan berkelanjutan ini perlahan berubah wujud. Dari yang awalnya dianggap sekadar gaya hidup, kini mulai dilihat sebagai investasi yang cerdas untuk masa depan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar