Sabtu lalu, Selat Hormuz kembali memanas. Amerika Serikat, lewat pernyataan U.S. Central Command (CENTCOM), mengaku mengirim dua kapal perangnya ke titik vital itu. Tujuannya jelas: mengamankan jalur perdagangan global yang katanya terancam ranjau-ranjau Iran.
Dua kapal perang jenis Destroyer, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, disebut-sebut telah dikerahkan. Mereka dilengkapi rudal presisi. Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menegaskan kesiapan mereka untuk melindungi kapal-kapal komersial yang melintas.
"Kami siap mengamankan jalur tersebut," ujar Cooper dalam keterangan resminya.
Langkah Washington ini bukan tanpa konteks. Aksi mereka terjadi persis saat negosiasi dengan Tehran sedang berlangsung, dan di saat yang sama Iran memutuskan untuk menutup selat itu. Hanya sedikit kapal yang diizinkan lewat.
Namun begitu, cerita dari pihak Iran sama sekali berbeda. Juru Bicara Khatam al-Anbiya dengan tegas membantah klaim AS itu.
"Klaim oleh komandan CENTCOM soal mendekatnya dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz tidak benar," katanya, seperti dilansir Al Jazeera.
Artikel Terkait
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat