Sore itu, suasana di Jalan Pembangunan, Desa Sukajaya, Tarogong Kidul, Garut, tiba-tiba berubah jadi hiruk-pikuk. Bengkel di sana terbakar hebat. Dua nyawa melayang: Deni dan anaknya, Emos, tewas dalam peristiwa nahas tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Garut, Basuki Eko, mengonfirmasi bahwa pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 15.49 WIB. "Kami langsung bergerak ke lokasi begitu panggilan masuk," ujarnya.
Dari keterangan sejumlah warga yang sempat melihat, awal mula bencana ini diduga kuat berasal dari percikan listrik. Percikan itu terlihat di area tempat kerja, dan konon langsung menyambar Deni beserta putranya. Mereka dikabarkan tewas seketika.
"Menurut warga, percikan api awalnya dari sebuah mobil di bengkel," jelas Basuki Eko melanjutkan penjelasannya.
"Api itu kemudian merambat dengan cepat ke sekelilingnya, membesar dan sulit dikendalikan."
Tak butuh waktu lama bagi si jago merah untuk melahap hampir seluruh bangunan bengkel seluas 400 meter persegi itu. Di dalamnya, beberapa unit kendaraan, baik roda dua maupun empat, ikut menjadi korban dan hangus terbakar. Pemandangannya sungguh memilukan.
Dua unit mobil pemadam dikerahkan. Personelnya bekerja sama dengan warga yang berusaha membantu. Perjuangan memadamkan api akhirnya berbuah hasil sekitar pukul 16.24 WIB. Setelah keadaan terkendali, jenazah korban pun diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Artikel Terkait
Bakom Bantah Ada Kerja Sama dengan Indonesia New Media Forum Usai Pertemuan Audiensi
Sidang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Eks Kepala BAIS Sebut Terdakwa Tak Terlibat Operasi Intelijen
Lampu Skywalk Kebayoran Padam, Transjakarta Minta Maaf dan Koordinasi Perbaikan
Mantan Kepala BAIS Sebut Kemungkinan Adanya Agen Ganda di Kasus Penyerangan Andrie Yunus