murianetwork.com. Ledakan tersebut terjadi pada acara yang memperingati empat tahun pembunuhan , kepala Pasukan elit Quds Garda Revolusi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari 2020.
Ledakan di sebuah acara untuk menghormati seorang jenderal terkemuka Iran yang terbunuh dalam serangan udara AS pada tahun 2020 telah menewaskan sedikitnya 103 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, media pemerintah di Iran melaporkan pada hari Rabu.
Seorang pejabat senior menyebut ledakan tersebut sebagai serangan “teroristik”, tanpa menjelaskan lebih lanjut siapa yang berada di balik ledakan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terkait perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.
Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab.
Televisi pemerintah Iran mengutip Babak Yektaparast, juru bicara layanan darurat negara itu, mengenai jumlah korban jiwa.
Artikel Terkait
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela