Taliban Ancam Balas Serangan Udara yang Tewaskan Warga Sipil di Perbatasan

- Selasa, 25 November 2025 | 19:30 WIB
Taliban Ancam Balas Serangan Udara yang Tewaskan Warga Sipil di Perbatasan
Laporan Konflik Perbatasan

Taliban tak tinggal diam. Pemerintah Afghanistan yang kini mereka pimpin berjanji akan membalas serangan yang terjadi pada Senin (24/11). Mereka menuding Pakistan sebagai otak di balik aksi militer itu.

Akibat serangan ini, sepuluh warga Pakistan dilaporkan tewas. Yang bikin situasi makin runyam, insiden berdarah ini terjadi di tengah memanasnya hubungan kedua negara tetangga di Asia Selatan itu.

Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, serangan udara di Provinsi Khost menelan korban yang sangat memilukan.

"Sembilan anak dan seorang perempuan tewas dalam serangan itu," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan nada tegas, "Imarah Islam mengutuk keras pelanggaran ini. Kami tegaskan bahwa mempertahankan wilayah udara, teritori, dan rakyat adalah hak sah kami. Respon yang tepat akan kami berikan pada waktunya."

Mujahid meyakini, pasukan Pakistan dengan sengaja membidik rumah-rumah warga sipil. Ini bukan kesalahan, tapi serangan yang disengaja.

Di sisi lain, keterangan terpisah datang dari juru bicara Gubernur Khost, Mustaghfir Gurbuz. Dia menyebut serangan itu melibatkan drone dan pesawat tempur dua jenis alat tempur yang dipakai secara bersamaan.

Tak cuma Khost yang jadi sasaran. Wilayah Kunar dan Paktika juga ikut merasakan dampaknya. Di dua lokasi terakhir ini, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Pakistan masih bungkam. Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk menanggapi berbagai tuduhan dari pihak Taliban.

Serangan udara ini terjadi berdekatan waktunya dengan insiden bom bunuh diri di Peshawar, Pakistan. Di kota itu, tiga orang tewas dan sebelas lainnya terluka.

Sampai saat ini, belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri tersebut. Meski begitu, sejumlah lembaga penyiaran Pakistan melaporkan bahwa pelaku diduga berasal dari Afghanistan.

Jadi, situasinya makin rumit. Dua insiden yang saling bersusulan ini membuat ketegangan antara Kabul dan Islamabad kian mengkhawatirkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar