Ledakan tersebut terjadi pada acara yang memperingati empat tahun pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds Garda Revolusi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari 2020.
Baca Juga: Pasukan Pertahanan Rusia Berhasil Mencegat 9 Rudal Yang Ditembakan Ukraina Ke Kota Belgorod Rusia
Ledakan terjadi di dekat makamnya di Kerman, sekitar 820 kilometer tenggara ibu kota Teheran.
Pihak berwenang mengatakan beberapa orang terluka saat melarikan diri setelah kejadian tersebut. Rekaman menunjukkan bahwa ledakan kedua terjadi sekitar 15 menit setelah ledakan pertama. Ledakan kedua yang tertunda sering digunakan oleh militan untuk menargetkan personel darurat yang merespons lokasi kejadian dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
Orang-orang terdengar berteriak dalam tayangan TV pemerintah.
Wakil gubernur Kerman, Rahman Jalali, menyebut serangan itu “teroristik,” tanpa menjelaskan lebih lanjut. Iran memiliki banyak musuh yang mungkin berada di balik serangan tersebut, termasuk kelompok di pengasingan, organisasi militan, dan aktor negara. Iran telah mendukung Hamas serta milisi Syiah Lebanon Hizbullah dan pemberontak Houthi di Yaman.
Soleimani adalah arsitek kegiatan militer regional Iran dan dipuji sebagai ikon nasional di kalangan pendukung teokrasi Iran. Dia juga membantu mengamankan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad setelah protes Musim Semi Arab tahun 2011 terhadapnya berubah menjadi perang sipil, dan kemudian menjadi perang regional, yang masih berkecamuk hingga saat ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: beritasenator.com
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan