murianetwork.com. Ledakan tersebut terjadi pada acara yang memperingati empat tahun pembunuhan , kepala Pasukan elit Quds Garda Revolusi, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari 2020.
Ledakan di sebuah acara untuk menghormati seorang jenderal terkemuka Iran yang terbunuh dalam serangan udara AS pada tahun 2020 telah menewaskan sedikitnya 103 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, media pemerintah di Iran melaporkan pada hari Rabu.
Seorang pejabat senior menyebut ledakan tersebut sebagai serangan “teroristik”, tanpa menjelaskan lebih lanjut siapa yang berada di balik ledakan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terkait perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.
Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab.
Televisi pemerintah Iran mengutip Babak Yektaparast, juru bicara layanan darurat negara itu, mengenai jumlah korban jiwa.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan