Selat Hormuz kembali memanas. Di tengah ketegangan yang kian meruncing dengan Amerika Serikat, militer Iran tiba-tiba mengeluarkan pemberitahuan navigasi udara atau NOTAM pada Selasa lalu. Isinya jelas: mereka akan menggelar latihan tembak langsung di kawasan vital itu mulai 27 hingga 29 Januari.
Area latihannya dibatasi dalam radius lima mil laut. Yang perlu diwaspadai, ruang udara hingga ketinggian 25 ribu kaki dinyatakan berbahaya bagi semua penerbangan sipil. Langkah ini jelas bukan sekadar rutinitas.
Menariknya, di hari yang sama, pihak AS juga bersuara. Komponen Angkatan Udara dari Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan rencana latihan tempur besar-besaran di Timur Tengah. Mereka bilang, latihan ini untuk menunjukkan kemampuan mereka mendistribusikan dan mempertahankan kekuatan udara di seluruh wilayah operasi CENTCOM.
"Tujuannya mendemonstrasikan kemampuan untuk mengerahkan, menyebar, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab CENTCOM," begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dikutip AFP.
Soal tanggal pasti dan lokasi spesifiknya, AS memilih tutup mulut. Namun, mereka menegaskan latihan ini dirancang untuk memperkuat kemitraan dan memastikan respons yang lebih fleksibel. Sebuah persiapan, kelihatannya.
Artikel Terkait
Kedatangan Jenderal AS di Tel Aviv Peruncing Ketegangan dengan Iran
Trump Buka Rahasia The Discombobulator, Senjata AS yang Lumpuhkan Venezuela
Lincoln Siap Serbu, UEA Tolak Jadi Pangkalan AS
Kemajuan Rudal Korut Ubah Ancaman Lokal Jadi Bahaya Global