Untuk ketiga kalinya berturut-turut, nama Michael Bloomberg berada di puncak daftar miliarder AS paling dermawan. Ini bukan sekadar gelar, tapi dibuktikan dengan angka sumbangan yang fantastis.
Menurut data dari Chronicle of Philanthropy, mantan wali kota New York itu menggelontorkan dana sebesar USD 4,3 miliar atau kalau dirupiahkan, mencapai Rp 72 triliun sepanjang tahun lalu. Jumlah yang sulit dibayangkan itu dialokasikan untuk berbagai program, mulai dari seni, pendidikan, hingga isu lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, posisi runner-up ditempati oleh Bill Gates. Pendiri Microsoft itu menyumbang USD 3,7 miliar untuk yayasan yang ia dirikan bersama istrinya, Melinda.
Ada juga nama Paul Allen, rekan Gates di Microsoft yang telah meninggal. Warisannya sebesar USD 3,1 miliar digunakan untuk meluncurkan sebuah yayasan baru yang fokus pada pengembangan sains dan teknologi.
Lalu, bagaimana dengan Warren Buffett? Investor legendaris ini tak kalah murah hati. Dia memberikan USD 1,3 miliar yang dibagi ke empat yayasan keluarga untuk mendukung beragam tujuan sosial.
Kalau dirangkum, total sumbangan dari 50 filantropis terbesar itu mencapai USD 22,4 miliar pada 2025. Angka mediannya sendiri sekitar USD 105 juta. Cukup gila, kan?
Menariknya, sebagian besar kekayaan para dermawan ini berasal dari sektor keuangan. Ada 20 orang dari bidang itu yang total menyumbang USD 4,1 miliar. Tapi, kontribusi terbesar justru datang dari dunia teknologi. Meski hanya 12 donatur, mereka mampu mengumpulkan sumbangan hingga USD 10 miliar.
Jadi, meski industri keuangan melahirkan banyak filantropis, geng teknologi ternyata lebih dalam kantongnya ketika urusan beramal.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Praktik Judi Terselubung di Dua Arena Bermain Anak, Omzet Capai Rp2,1 Miliar per Bulan
Trump Kecam Serangan Israel di Beirut di Tengah Negosiasi Damai dengan Iran
Empat Tersangka Penganiayaan ART Indonesia di Malaysia Ditangkap, Kemlu Beri Pendampingan
Serangan Israel ke Hizbullah di Lebanon Ancam Kesepakatan Damai AS-Iran