Pemulihan konektivitas darat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Menurut laporan terbaru Satgas PRR, fokus pekerjaan kini lebih banyak tertuju pada penyelesaian jalan daerah dan jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan. Jalan-jalan nasional, rupanya, sudah bisa dibilang tuntas.
Juru bicara Satgas, Amran, memberikan rincian di Jakarta, Kamis lalu. Ia menyebut kondisi di Aceh sudah sangat baik untuk konektivitas utama.
“Untuk konektivitas darat di Provinsi Aceh, jalan dan jembatan nasional sudah berfungsi secara total 100 persen. Jalan (yang sudah berfungsi) sebesar 90,68 persen. Jalan ini tinggal sedikit ya,”
Namun begitu, pekerjaan rumah masih ada. Untuk jembatan daerah di Aceh, fungsionalitasnya baru mencapai 44,54 persen. Artinya, masih banyak yang perlu diselesaikan.
Kondisi serupa terlihat di Sumatera Utara. Jalan dan jembatan nasional di sana juga dilaporkan beroperasi penuh. Untuk jalan daerah, angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 96,89 persen. Tapi lagi-lagi, jembatan menjadi kendala dengan tingkat fungsionalitas hanya 28,13 persen.
“Kemudian jalan daerah 96,89 persen berfungsi, jembatan 28,13 persen. Yang sementara saat sekarang ini dilakukan penyelesaian,”
Bagaimana dengan Sumatera Barat? Di sini, jalan nasional sudah 100 persen. Sementara jalan dan jembatan daerah berfungsi 88,2 persen. Khusus untuk jembatan, progresnya 54,93 persen masih ada beberapa titik yang harus dikerjakan.
Progres Pembangunan Jembatan: Ada yang Nyaris Rampung, Ada yang Baru Mulai
Kalau bicara detail pembangunan jembatan, ceritanya jadi beragam. Di Aceh, ada 18 titik yang menunjukkan progres signifikan, sementara 30 titik lainnya masih dalam tahap persiapan. Perkembangannya pun berbeda-beda. Ambil contoh Jembatan Bener Pepanyi yang sudah 85 persen, kontras dengan Kuning Baro yang baru dimulai dengan progres 10 persen.
Di Sumut, kabar baik datang dari pembangunan jembatan tipe Armco dan Bailey di beberapa lokasi yang sudah rampung 100 persen. Jembatan Armco ini, untuk diketahui, dibangun dengan struktur pipa dari lembaran baja galvanis. Tapi selain itu, masih ada 21 titik baru yang masih dalam tahap perencanaan dan konstruksi.
“Di Sumatera Utara, ini di beberapa tempat untuk pembangunan Jembatan Armco dan Bailey sudah 100 persen. Baik di Aceh, maupun Sumatera Utara, ini dibangun oleh TNI,”
Sementara di Sumbar, sebagian besar pembangunan jembatan sudah di ujung tanduk. Sebut saja Jembatan Sampia Sungai Rangeh yang progresnya 98 persen, atau Air Tanganan yang 93 persen. Hanya Hujan Gagak yang masih tertinggal di angka 15 persen.
Selain TNI, Polri juga turun tangan membangun jembatan. Di Aceh, dari 11 lokasi yang ditangani Polri, lima sudah selesai. Di Sumut, dua dari tiga lokasi telah rampung. Sedangkan di Sumbar, empat dari sepuluh lokasi pembangunan sudah bisa diselesaikan.
Amran menegaskan bahwa perkembangan perbaikan ini akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih panjang, tapi setidaknya laporan ini memberi gambaran bahwa pemulihan terus bergerak, meski dengan kecepatan yang berbeda di setiap titik.
Artikel Terkait
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus
Jaksa Agung Lantik Sila H. Pulungan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
Keluarga Nahkoda Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Masih Menanti Kabar