Uya Kuya Buka Suara: Tujuan Politik & Dalang Penjarahan Rumahnya Terungkap

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:10 WIB
Uya Kuya Buka Suara: Tujuan Politik & Dalang Penjarahan Rumahnya Terungkap

Ungkap Tujuan Politik Uya Kuya Pasca Rumah Dijarah Massa

Uya Kuya, anggota DPR RI, buka suara soal penjarahan rumahnya yang terjadi pada Agustus lalu. Dalam penjelasannya, Uya menyebut kejadian tersebut bukan murni aksi kemarahan masyarakat, melainkan ada pihak tertentu yang mengorchestrasi di balik layar.

"Yang terjadi sama gue tuh kan kemarin 99 persen tuh adalah fitnah dan sesuatu yang diorkestrasi oleh kepentingan apa kita nggak tahu," ujar Uya Kuya dalam penampilannya di FYP Trans 7, Kamis (30/10).

Meski mengaku mengetahui dalang di balik penjarahan rumahnya, Uya Kuya memilih untuk tidak membongkar identitasnya di depan publik. "Ya gua tahu sih sebetulnya. Cuma gue nggak mungkin ngomong di sini," tambahnya.

Alasan Uya Kuya Terjun ke Dunia Politik

Di kesempatan yang sama, Uya Kuya mengungkapkan motivasi sebenarnya masuk ke dunia politik. Menurutnya, tujuan utama bukan untuk mencari kekayaan, melainkan ingin menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

"Tujuan gua masuk politik juga, gue udah pernah bilang sama Raffi ya, Fi ya? Gua bukan mau cari duit, bukan mau... ya alhamdulillah duit udah ada," ungkap Uya. "Gue emang ingin bermanfaat dalam hidup," lanjutnya.

Profil dan Perjalanan Karier Uya Kuya

Uya Kuya resmi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pada 2024. Sebelum memasuki dunia politik, Uya telah lebih dulu dikenal sebagai artis yang memulai karier melalui Festival Tenda Mangkal Prambors.

Popularitasnya semakin melambung setelah bergabung dengan grup musik Tofu sebelum akhirnya memutuskan untuk berkarier solo. Uya Kuya juga kerap muncul dalam berbagai program televisi yang semakin memperkuat eksistensinya di dunia hiburan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar