Ungkap Tujuan Politik Uya Kuya Pasca Rumah Dijarah Massa
Uya Kuya, anggota DPR RI, buka suara soal penjarahan rumahnya yang terjadi pada Agustus lalu. Dalam penjelasannya, Uya menyebut kejadian tersebut bukan murni aksi kemarahan masyarakat, melainkan ada pihak tertentu yang mengorchestrasi di balik layar.
"Yang terjadi sama gue tuh kan kemarin 99 persen tuh adalah fitnah dan sesuatu yang diorkestrasi oleh kepentingan apa kita nggak tahu," ujar Uya Kuya dalam penampilannya di FYP Trans 7, Kamis (30/10).
Meski mengaku mengetahui dalang di balik penjarahan rumahnya, Uya Kuya memilih untuk tidak membongkar identitasnya di depan publik. "Ya gua tahu sih sebetulnya. Cuma gue nggak mungkin ngomong di sini," tambahnya.
Alasan Uya Kuya Terjun ke Dunia Politik
Di kesempatan yang sama, Uya Kuya mengungkapkan motivasi sebenarnya masuk ke dunia politik. Menurutnya, tujuan utama bukan untuk mencari kekayaan, melainkan ingin menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
"Tujuan gua masuk politik juga, gue udah pernah bilang sama Raffi ya, Fi ya? Gua bukan mau cari duit, bukan mau... ya alhamdulillah duit udah ada," ungkap Uya. "Gue emang ingin bermanfaat dalam hidup," lanjutnya.
Profil dan Perjalanan Karier Uya Kuya
Uya Kuya resmi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pada 2024. Sebelum memasuki dunia politik, Uya telah lebih dulu dikenal sebagai artis yang memulai karier melalui Festival Tenda Mangkal Prambors.
Popularitasnya semakin melambung setelah bergabung dengan grup musik Tofu sebelum akhirnya memutuskan untuk berkarier solo. Uya Kuya juga kerap muncul dalam berbagai program televisi yang semakin memperkuat eksistensinya di dunia hiburan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Richard Lee ke Gereja untuk Ibadah, Sebut Hanya sebagai Pembicara
Ahn Hyo Seop dan Khalid Rilis Single Kolaborasi “Something Special” pada 22 Mei 2026
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati