Pertemuan Tengah Malam di Sekretariat Kabinet
Hampir dini hari, suasana di sekitar kompleks pemerintahan biasanya sudah sepi. Tapi Rabu malam kemarin, tepatnya tanggal 28 Januari, lampu di Kantor Sekretariat Kabinet masih menyala. Letkol Teddy Indra Wijaya, sang Sekretaris Kabinet, ternyata sedang menerima tamu istimewa: Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Pertemuan yang berlangsung di luar jam biasa ini kemudian diumumkan ke publik melalui unggahan di Instagram resmi @sekretariat.kabinet, sehari setelahnya. "Beberapa menit menjelang dini hari, tadi malam Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Gubernur Aceh Muzakir Manaf," begitu bunyi keterangan foto yang diunggah akun tersebut pada Kamis (29/1).
Nah, apa yang dibicarakan sampai larut malam? Menurut Teddy, fokus utamanya adalah perkembangan pemulihan Aceh pascabencana. Kabar baiknya, pembangunan rumah hunian sudah menunjukkan hasil nyata.
"Sudah hampir 4.000 unit yang jadi khusus di Aceh," jelas Teddy.
Tak cuma itu. Dia juga menyebut soal perbaikan rumah-rumah warga yang masih layak dan ingin tetap ditinggali pemiliknya. Jadi, upayanya tidak hanya membangun baru, tapi juga memperkuat yang lama.
Di sisi lain, pembahasan juga menyentuh hal yang krusial: anggaran. Teddy dan Mualem membahas peruntukan dana daerah yang pencairannya sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo. Ini tentu modal penting untuk mempercepat segala program.
"Serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang berangsur pulih," tandas Sekretaris Kabinet itu menutup penjelasannya.
Pertemuan singkat di tengah keheningan malam itu, meski singkat, sepertinya ingin menegaskan bahwa pemulihan Aceh tetap menjadi perhatian serius. Dan upaya itu berjalan, bahkan ketika sebagian besar kota terlelap.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu