Soal Ambang Batas, PAN Usul Dihapus Saja
Di gedung DPR yang ramai, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno angkat bicara. Topiknya masih seputar RUU Pemilu, khususnya soal ambang batas parlemen dan presiden yang jadi perdebatan. Menurutnya, wacana menghapus kedua aturan itu sama sekali bukan hal mustahil.
“Ya, kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif,” ujar Eddy, Kamis lalu.
Alasannya sederhana tapi punya bobot. Dia melihat, ambang batas yang sekarang berlaku justru meminggirkan suara banyak pemilih. Bayangkan saja, ada belasan juta suara rakyat yang akhirnya menguap begitu saja karena partai pilihannya tak mampu menembus parliamentary threshold 4 persen. Aspirasi mereka pun tak sampai ke Senayan.
“Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” tambahnya.
Lalu, bagaimana solusinya? Eddy menawarkan pola yang sudah berjalan di tingkat daerah. Menurut Wakil Ketua MPR ini, penghapusan ambang batas untuk DPR bisa mengikuti mekanisme pemilihan DPRD.
“Oleh karena itu, PAN berpandangan bahwa penghapusan ambang batas untuk parlemen itu, sebaiknya diimplementasikan, atau, pelaksanaannya sesuai dengan apa yang sekarang terjadi di DPRD kabupaten dan provinsi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Otonomi Kurdi Suriah di Ujung Tanduk: Damaskus Kembali Perluas Kendali
Hotman Paris Sindir Pelukan Aparat untuk Kakek Penjual Es Gabus: Bukan Solusi, Tapi Pencitraan
Banjir Daan Mogot Pagi Ini, Petugas Alihkan Mobil Kecil ke Jalur Transjakarta
Jembatan Daerah Jadi PR Terakhir Pemulihan Jalan di Aceh dan Sumut