Senin lalu, suasana Sekolah Rakyat Terpadu 9 di Banjarbaru tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir di sana, bukan hanya untuk meninjau, tapi juga sekaligus meresmikan 166 Sekolah Rakyat lainnya di berbagai daerah.
Dia berkeliling dengan santai. Ruang kelas demi ruang kelas di level SMA itu dimasukinya, menyaksikan langsung proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Perhatiannya tertuju pada para siswa yang seragamnya khas: setelan merah putih mirip taruna militer.
Tak cuma kelas, perpustakaan sekolah pun jadi tujuan. Prabowo mengambil waktu untuk melihat-lihat koleksi buku yang tersedia. Sambil menatap rak-rak buku, dia melontarkan pertanyaan pada kepala sekolah.
"Anak-anak sudah mulai senang baca?" tanyanya.
"Alhamdulillah sudah," jawab Kepala Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarmasin dengan singkat.
Usai dari perpustakaan, acara berlanjut ke aula. Di sana, para siswa menampilkan pertunjukan pentas seni. Prabowo menyimak dengan antusias. Tak lama kemudian, perhatiannya beralih ke kegiatan lain yang sedang berjalan: program makan bergizi gratis untuk siswa. Dia menyaksikan langsung bagaimana program itu dijalankan.
Kunjungan kerja ini ternyata dihadiri oleh banyak pejabat tinggi. Tampak hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Mensos Saifullah Yusuf, dan Seskab Teddy Indra Wijaya juga turut mendampingi. Rombongan yang cukup lengkap, menunjukkan betapa pentingnya program ini.
Mengenal Sekolah Rakyat
Lalu, apa sebenarnya Sekolah Rakyat ini? Intinya, ini adalah program pendidikan gratis berbasis asrama untuk jenjang SD sampai SMA. Sasaran utamanya jelas: anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahkan yang masuk kategori miskin ekstrem. Cita-citanya mulia, yakni memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Yang menarik, pengelolaannya tidak sepenuhnya dibawah Kemendikbud. Justru Kementerian Sosial yang memegang peran utama, tentu saja dengan dukungan dari kementerian dan lembaga lain yang terkait. Model kolaborasi seperti ini yang diharapkan bisa menjawab persoalan secara lebih komprehensif.
Ke depan, ambisinya cukup besar. Pemerintah menargetkan pada awal 2026 nanti, sudah ada sekitar 500 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh penjuru Indonesia. Sebuah langkah konkret yang patut ditunggu perkembangannya.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara