MURIANETWORK.COM - Suara ledakan mengguncang beberapa wilayah di sekitar Teheran, Selasa lalu. Banyak warga yang melaporkan mendengar dentuman keras, terutama di kawasan Parchin dan Pakdasht. Kejadian ini tentu saja langsung memicu spekulasi. Apalagi, ancaman militer dari AS belakangan ini kian keras dan nyaring.
Nah, ternyata tidak. Menurut kantor berita Mehr, ledakan itu bukan serangan. Mereka mengutip pernyataan resmi yang menyebut suara itu berasal dari aktivitas rutin sebuah pusat militer di daerah tersebut.
Gubernur Pakdasht, Mohammad Hassanpour, juga membenarkan. Menurutnya, uji coba semacam itu memang biasa dilakukan dalam interval waktu tertentu. Jadi, bukan hal yang aneh.
Di sisi lain, situasi politik justru jauh lebih panas ketimbang ledakan tadi. Presiden AS Donald Trump, sehari setelah laporan ledakan muncul, mengeluarkan peringatan keras. Dia menyebut armada besar yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln sedang bergerak ke arah Iran.
Lewat unggahan di Truth Social, Trump mendesak Teheran untuk segera bernegosiasi soal program nuklirnya. Armada ini, klaimnya, lebih besar dari yang pernah dikerahkan di dekat Venezuela.
Artikel Terkait
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan
Kedatangan Jenderal AS di Tel Aviv Peruncing Ketegangan dengan Iran
Trump Buka Rahasia The Discombobulator, Senjata AS yang Lumpuhkan Venezuela