Peringatannya jelas: "time is running out". Waktu bagi Iran untuk berunding semakin tipis. Dia bahkan menyebut-nyebut "Operasi Midnight Hammer", serangan dahsyat di masa lalu yang dilancarkan setelah Iran menolak berunding. Konfrontasi berikutnya, ancam Trump, akan jauh lebih buruk. Pesannya: hindari hasil itu.
Latihan Besar-besaran di Tengah Ketegangan
Sementara itu, di lapangan, ketegangan makin terasa. Pada hari yang sama dengan laporan ledakan di Teheran, Komando Pusat AS (CENTCOM) menggelar latihan udara besar-besaran di Timur Tengah.
Angkatan Udara Kesembilan, atau AFCENT, menyebut latihan multi-hari ini bertujuan memamerkan kemampuan mereka. Intinya, untuk menunjukkan betapa cepatnya mereka bisa mengerahkan dan mempertahankan operasi tempur udara di wilayah itu. Latihan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi dengan sekutu regional dan menyiapkan berbagai opsi respons di tengah situasi keamanan yang dinamis.
Jadi, meski ledakan di Teheran ternyata hanya latihan militer biasa, gemuruh ketegangan politik antara Washington dan Teheran justru kian menjadi. Dunia kembali menahan napas, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan
Kedatangan Jenderal AS di Tel Aviv Peruncing Ketegangan dengan Iran
Trump Buka Rahasia The Discombobulator, Senjata AS yang Lumpuhkan Venezuela