Pertamina resmi membentuk Sub Holding Downstream. Ini langkah korporasi besar yang menyatukan tiga anak usahanya Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping di bawah satu atap. Tujuannya jelas: memaksimalkan kinerja di sektor hilir.
Sebelumnya, operasional di sektor itu dijalankan terpisah oleh ketiga perusahaan tersebut. Kini, dengan integrasi ini, harapannya pasokan BBM untuk masyarakat bisa lebih terjamin.
Menurut Komaidi Notonegoro dari ReforMiner Institute, langkah ini sudah seharusnya mendorong optimalisasi.
Logikanya sederhana. Ketika semuanya dalam satu rumah, koordinasi jadi lebih lincah. Prosedur yang dulu berbelit, bisa dipangkas. Ambil contoh, saat Patra Niaga butuh minyak dari Arab dengan tenggat ketat.
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek