Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis pagi, memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter dari puncak. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 05.23 WIB ini menjadi peringatan bagi warga di sekitar kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, kolom abu yang terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang itu condong bergerak ke arah barat daya. Aktivitas erupsi juga terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan durasi sekitar satu menit 50 detik.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, pada tanggal 14 Mei 2026 pukul 05.23 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut,” demikian bunyi laporan dari PVMBG.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Otoritas terkait pun mengeluarkan sejumlah imbauan tegas bagi masyarakat yang bermukim di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Kawasan tersebut dinilai sangat berpotensi terdampak awan panas guguran yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak,” tulis keterangan resmi dari PVMBG.
Selain itu, radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga harus benar-benar dikosongkan dari aktivitas manusia. Wilayah ini dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar yang kerap menyertai erupsi.
Petugas juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan, terutama di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berhulu dari puncak Semeru. Perhatian khusus diberikan pada aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB
Polisi Maroko Tangkap 11 Tersangka Jaringan Narkoba dan Pencucian Uang Lintas Negara
Studi: Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Edisi Paling Boros Karbon Akibat Penerbangan Massal
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif