Jakarta - Ada suasana riang di sekitar Pasar Minggu, Cirebon, Selasa (17/3/2026) lalu. Taslim, seorang penarik becak, tak bisa menyembunyikan senyumnya. Bersama 19 rekannya, ia baru saja menerima kompensasi tunai dari Gubernur Jawa Barat. Nilainya Rp 1,4 juta per orang. "Baru tahun ini dapat," ujar Taslim.
Uang itu bukan hadiah biasa. Ini kompensasi agar mereka bersedia 'cuti' kerja selama puncak arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kebijakan itu berlaku selama 14 hari, mencakup periode H-7 hingga H 7 Idulfitri 1447 H. Artinya, untuk sementara waktu, becak-becak mereka tak akan mangkal di kawasan Pasar Baru.
"Terima kasih, kami akan mematuhi karena sudah menerima kompensasinya," kata Taslim. Menurutnya, uang tersebut rencananya akan dipakai untuk bayar zakat fitrah dan membeli baju baru untuk anak-anaknya.
Kalau dipikir-pikir, jumlah kompensasi itu ternyata lebih besar dari pendapatan hariannya. Taslim bercerita, dalam sehari ia biasanya hanya mendapat sekitar Rp 50 ribu dari mengayuh becak. Itu pun kalau lagi lumayan ramai penumpang. "Kalau sepi, ya bisa saja nol," tuturnya.
Kebijakan ini rupanya tak cuma untuk becak. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan kompensasi serupa kepada pengemudi angkot dan delman. Tujuannya jelas: mengurangi kepadatan di jalur-jalur mudik. "Sebanyak 5.000 pengemudi angkot, becak dan delman mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang," jelasnya.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari pusat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut inisiatif Gubernur Jabar patut diacungi jempol.
"Selain memperlancar arus, juga membantu pengemudi becak untuk menghadapi Idulfitri," kata Dudy.
Ia bahkan mengimbau daerah lain untuk mencontoh cara ini. Di sisi lain, Dudy juga mengingatkan para pencari koin di sepanjang Pantura Kali Sewo agar tidak beroperasi selama periode mudik. Aktivitas mereka, selain berbahaya bagi diri sendiri, juga bisa mengancam keselamatan pengendara lain. Ia memastikan, upaya bersama ini diharapkan bisa membuat jalur Pantura Jawa Barat tetap mulus dan aman untuk perjalanan pulang kampung.
(anl/ega)
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi