Bahkan, IDF yang sempat gagal berkali-kali dalam agresinya, sampai sekarang tidak berhenti melakukan penyerangan.
"Pihak Israel berusaha mempertahankan kohesi pemerintah setelah kegagalan militernya," tambahnya.
Dia menyampaikan bahwa pembebasan tahanan masih harus tertunda karena Israel tidak segera membuat kesepakatan.
"Tidak ada pembicaraan tentang pertukaran seperti yang dipromosikan Israel sebelum menghentikan agresi. Pertukaran tahanan terjadi setelah menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina," tuturnya.
Tak hanya itu, Hamas juga berharap agar perang berkepanjangan ini akan segera berakhir.
Baca Juga: Tanggapi Serangan PKK dari Irak, Presiden Turki Erdogan Justru Serukan Dukungan ke Gaza
"Kami memiliki prinsip-prinsip yang mengatur kami dalam menangani inisiatif, dan hal pertama yang kami inginkan adalah menghentikan agresi biadab terhadap rakyat kami," terangnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: orbid.id
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri