Dalam kesempatan tersebut, pendeta Munther sampaikan bahwa saat ini mereka marah, hancur karena disaat seharusnya berbahagia di Hari Natal namun mereka justru berduka.
“Ada 20.000 orang dibunuh, ribuan lainnya masih berada dibawah reruntuhan,” ujarnya.
“Hampir 9.000 anak-anak dibunuh dengan cara brutal. Hari demi hari 1,9 juta orang mengungsi, ratusan ribu rumah dihancurkan,” lanjutnya.
Lebih jauh pendeta Isaac Munther sampaikan bahwa Gaza kini tak lagi eksis sehingga ia simpulkan bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan pemusnahan.
“Ini adalah genosida (pemusnahan),” simpulnya.
Namun menurutnya dilain pihak, dunia ikut menyaksikan, gereja-gereja juga ikut menyaksikan karena penduduk Gaza mengirimkan gambar secara live saat mereka di eksekusi, berharap dunia peduli.
Namun pendeta katakan bahwa ternyata semua terus berlanjut, sehingga mereka (umat Kristen di Palestina) bertanya-tanya bagaimana nasib mereka di Betlehem, Ramallah dan Jenin.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung