Pada 2022, Haniyeh sempat mengatakan, Hamas menerima bantuan militer sebesar 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,140 triliun dari Iran.
“Kami memiliki roket yang diproduksi secara lokal, tetapi roket jarak jauh datang dari luar negeri, dari Iran, Suriah, dan lainnya melalui Mesir,” kata Haniyeh.
Israel diduga ingin hancurkan Hamas
Setelah Haniyeh tewas, peneliti senior non-residen di Arab Center Washington, Rami Khouri, menduga Israel memiliki rencana untuk menghancurkan Hamas sebagai sebuah gerakan.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, pembunuhan Haniyeh di Teheran diduga merupakan bagian dari strategi Israel melenyapkan Hamas.
Menurutnya, Israel membunuh Haniyeh karena upaya untuk menghancurkan Hamas sangat sulit sehingga mereka memutuskan untuk membunuh petinggi kelompok ini.
Meski begitu, Israel yang dituding menjadi aktor di balik kematian Haniyeh menolak berkomentar soal tewasnya petinggi Hamas ini.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer