Media Israel menyoroti bahwa tindakan penembakan oleh tentara yang baru kembali dari Jalur Gaza dapat menghadapi konsekuensi hukum yang serius.
Namun, laporan tersebut juga mencerminkan realitas bahwa ribuan tentara yang mengalami beban trauma pasca-perang setelah keterlibatan mereka dalam konflik di Gaza.
Sebelumnya, situs web Israel, Walla, melaporkan bahwa 1.600 tentara dan perwira Israel mengalami trauma pasca-perang, sementara setidaknya 250 orang diberhentikan.
Insiden ini memperkuat pemahaman akan dampak psikologis yang signifikan yang dialami oleh personel militer yang terlibat dalam pertempuran.
Hal ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang upaya dukungan kesehatan mental dan reintegrasi pasca-tugas yang diperlukan untuk membantu mereka mengatasi trauma perang.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaranetwork.com
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri