Gedung Badhawa STIK-PTIK di Jakarta Selatan ramai sekali pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Di sinilah pusat pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau yang juga dikenal sebagai Tes Potensi Akademik, digelar. Tes ini jadi pintu masuk bagi 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia yang berebut kursi di angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Yang menarik, antusiasme tahun ini melonjak. Jumlah pendaftarnya naik lebih dari 20 persen dibanding tahun lalu yang hanya 11.765 orang. Peningkatan signifikan ini seolah jadi bukti nyata kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di sekolah unggulan tersebut.
Proses seleksinya sendiri ketat banget. Sistemnya disebut meritokrasi murni, dengan NST 2026 sebagai instrumen utamanya. Menurut rencana, tahap awal penyaringan dilakukan oleh Polda di tiap daerah. Mereka akan memilih 20 persen peserta dengan nilai tertinggi untuk maju ke babak berikutnya.
Nah, untuk memastikan semuanya berjalan objektif dan transparan, panitia menerapkan sistem pengawasan digital berlapis. Ada 176 operator pengawas pusat yang memantau segala sesuatunya dari jarak jauh.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir langsung meninjau jalannya tes. Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid. Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan juga ada di sana.
Artikel Terkait
Trump Ancam Luncurkan Serangan Darat ke Kartel Narkoba Meksiko
Kepala KPP Jakarta Utara Dicokok KPK, Suap Pajak Rp 4 Miliar Beralih ke Dolar Singapura
KPK Gelar OTT Perdana 2026, Kantor Pajak dan Perusahaan Tambang Jadi Sasaran
Trump Siap Bantu Iran, Gelombang Protes Makin Mengguncang