“Melalui NST, proses seleksi dirancang agar tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi,” jelas Dedi di lokasi.
Ia menambahkan, kehadiran para menteri itu bukan sekadar formalitas. Menurutnya, itu adalah dukungan nyata pemerintah terhadap langkah Polri membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat karena kehadiran Bapak Menteri Pendidikan Tinggi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital menjadi dukungan nyata terhadap program seleksi ini,” tegasnya.
Lalu, bagaimana alur seleksi selanjutnya? Setelah penyaringan daerah, sekitar 400 peserta terbaik akan dikirim ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk seleksi pusat pada akhir Maret nanti.
Tahap akhirnya bakal paling menantang. Para peserta harus melalui rangkaian tes kesehatan menyeluruh, uji psikologi mendalam, penelitian personel, plus tes kesamaptaan jasmani. Dari semua tahapan panjang itu, hanya 180 siswa terpilih yang akhirnya akan duduk di bangku SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Artikel Terkait
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3
JPO Sarinah Kembali Dibangun, Target Rampung Akhir Februari
Hujan Deras, Mobil Ringsek di KM 11 Tol Serpong Picu Macet Parah