Purbaya Balas Candaan Tito: Saya Ngambek Kalau Dana Bencana Tak Digunakan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:55 WIB
Purbaya Balas Candaan Tito: Saya Ngambek Kalau Dana Bencana Tak Digunakan
Respons Purbaya Soal Candaan 'Ngambek' dari Tito

Suasana rapat di Banda Aceh, Sabtu lalu, tiba-tiba cair oleh gelak tawa. Pemicunya? Candaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang koleganya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang disebut bakal 'ngambek' jika namanya tak disebut.

Dengan gaya santainya yang khas, Purbaya pun merespons. "Seperti biasa, Pak, saya hanya bagian akhir, cuma hitung-hitung duit," ujarnya dalam Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana. Lalu dia menanggapi candaan Tito. "Saya di sini, sama Pak Tito kalau enggak disebut namanya, ngambek katanya."

Namun begitu, di balik nada bercandanya, ada poin serius yang ingin disampaikan sang menteri keuangan.

"Oke, Pak, jadi saya mesti balas. Kalau nggak disebut nama, ngambek. Saya ngambek kalau uangnya sudah disediain pakai utang, nggak dipakai juga,"

Begitu kata Purbaya, yang langsung disambut tawa peserta rapat. Dia mengaku sudah bersusah payah mengumpulkan anggaran, termasuk dari sektor pajak dan bea cukai. Rupanya, yang membuatnya kesal justru ketika dana yang sudah tersedia itu tak kunjung digunakan.

"Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai," keluhnya. Suaranya terdengar sedikit getir. "Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak."

Sebelumnya, Tito memang sengaja melontarkan candaan itu saat memperkenalkan Satgas Pemerintah. Menurut sejumlah saksi, dia bilang bahaya kalau nama Purbaya sampai terlewat.

"Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,"

Begitu kelakar Tito. Dan Purbaya membalasnya dengan sempurna mencairkan ketegangan rapat, tapi sekaligus menyelipkan pesan penting tentang efektivitas penggunaan anggaran untuk korban bencana.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar