"Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai," keluhnya. Suaranya terdengar sedikit getir. "Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak."
Sebelumnya, Tito memang sengaja melontarkan candaan itu saat memperkenalkan Satgas Pemerintah. Menurut sejumlah saksi, dia bilang bahaya kalau nama Purbaya sampai terlewat.
"Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,"
Begitu kelakar Tito. Dan Purbaya membalasnya dengan sempurna mencairkan ketegangan rapat, tapi sekaligus menyelipkan pesan penting tentang efektivitas penggunaan anggaran untuk korban bencana.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang