"Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai," keluhnya. Suaranya terdengar sedikit getir. "Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak."
Sebelumnya, Tito memang sengaja melontarkan candaan itu saat memperkenalkan Satgas Pemerintah. Menurut sejumlah saksi, dia bilang bahaya kalau nama Purbaya sampai terlewat.
"Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,"
Begitu kelakar Tito. Dan Purbaya membalasnya dengan sempurna mencairkan ketegangan rapat, tapi sekaligus menyelipkan pesan penting tentang efektivitas penggunaan anggaran untuk korban bencana.
Artikel Terkait
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3
JPO Sarinah Kembali Dibangun, Target Rampung Akhir Februari
Hujan Deras, Mobil Ringsek di KM 11 Tol Serpong Picu Macet Parah