"Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai," keluhnya. Suaranya terdengar sedikit getir. "Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak."
Sebelumnya, Tito memang sengaja melontarkan candaan itu saat memperkenalkan Satgas Pemerintah. Menurut sejumlah saksi, dia bilang bahaya kalau nama Purbaya sampai terlewat.
"Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,"
Begitu kelakar Tito. Dan Purbaya membalasnya dengan sempurna mencairkan ketegangan rapat, tapi sekaligus menyelipkan pesan penting tentang efektivitas penggunaan anggaran untuk korban bencana.
Artikel Terkait
AJ Bramah Cetak 35 Poin dan Bawa Tim Yudha Juara di IBL All-Star 2026
Wali Kota Semarang Kunjungi dan Beri Bantuan kepada Korban Pembegalan di Jalan Halmahera
Menteri Agama Tekankan Kolaborasi dengan Ormas di Pembukaan Muktamar Mathlaul Anwar
Presiden Prabowo Lantik Hakim Konstitusi, Anggota Ombudsman, dan Duta Besar