JPO Sarinah Kembali Dibangun, Target Rampung Akhir Februari

- Senin, 12 Januari 2026 | 09:00 WIB
JPO Sarinah Kembali Dibangun, Target Rampung Akhir Februari

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat, perlahan mulai berdiri lagi. PT TransJakarta, yang menangani proyek ini, menargetkan pekerjaan bisa tuntas pada akhir Februari mendatang. Target itu diungkapkan langsung oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT TransJakarta, Tjahyadi DPM.

"Targetnya bisa selesai akhir Februari," kata Tjahyadi, Senin lalu.

Menurutnya, desain JPO yang baru ini bakal berbeda dari yang lama. Perubahan paling signifikan? Kehadiran lift. "Tentu ada perubahan, karena menggunakan lift," ujarnya. Di akhir pernyataannya, Tjahyadi juga menyampaikan apresiasi. "Transjakarta berterima kasih atas dukungan dan kesabarannya," tambahnya.

Dukungan Warga dan Harapan untuk Ikon Baru

Nah, rencana pembangunan kembali ini rupanya disambut hangat oleh sejumlah warga. Mereka melihat JPO bukan cuma soal keselamatan, tapi juga peluang. Bisa jadi ikon kota baru, asal desainnya oke.

Ahmad Fauzi, seorang pekerja di kawasan itu, mengaku mendukung penuh. "Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki," tuturnya saat ditemui Sabtu lalu. Baginya, di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta, JPO masih sangat relevan. Bahkan, dia punya harapan lebih. "Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman," harap Ahmad.

Pendapat serupa datang dari Amir, pekerja lain yang akrab dengan kondisi jalanan Sarinah. Menyeberang di sana, meski ada zebra cross dengan lampu, kerap bikin deg-degan. "Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyeberang," ucapnya.

Tapi Amir juga punya catatan. Fasilitas ini nantinya harus ramah untuk semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dan yang terpenting: terawat. "Harus bersih, aman, ada lift atau eskalator. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga," tegasnya.

Pilihan Tetap di Tangan Pejalan Kaki

Lalu, bagaimana dengan pelican crossing atau penyeberangan yang sudah ada di bawah? Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara soal ini. Dia mengaku sudah menangkap pro-kontra yang beredar di masyarakat.

"Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah. Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan," jelas Pramono di sela kunjungan kerjanya di Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu.

Jadi, intinya, pilihan ada di tangan pengguna jalan. Mau yang lebih cepat dan langsung lewat bawah, atau naik ke atas untuk alternatif yang mungkin lebih nyaman dan aman. Semuanya tetap terbuka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar