Gairah Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Baru

- Minggu, 11 Januari 2026 | 09:30 WIB
Gairah Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Baru

Pasar saham kita lagi ramai banget dibicarain. Gimana nggak, sepanjang pekan kemarin, investor asing terlihat sangat agresif memburu saham-saham tertentu. Mereka terutama fokus pada dua sektor andalan: perbankan besar dan tambang.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, aliran dana asing bersih di pasar reguler mencapai Rp1,62 triliun. Angka yang cukup signifikan, dan dampaknya langsung terasa. IHSG sendiri naik 2,16 persen dalam sepekan, bahkan sempat nyentuh level psikologis 9.002,92 pada Rabu lalu. Itu adalah rekor tertinggi baru.

Nah, kalau dilihat lebih detail, borongan mereka nggak sembarangan. Mayoritas uang itu masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar alias blue-chip. Di sektor keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) jadi primadona. Sahamnya diborong asing senilai Rp644,44 miliar bersih, sementara harganya menguat 1,10% ke level Rp3.680.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia punya pandangan menarik soal prospek perbankan tahun depan. Mereka memproyeksikan pertumbuhan kredit akan membaik di 2026.

“Ada tiga faktor pendorong utama,” tulis analis dalam catatannya yang dikutip dari Dow Jones Newswires. “Penurunan suku bunga, peningkatan kredit bersubsidi pemerintah, plus program koperasi desa yang diharapkan memberi efek domino buat ekonomi.”

Faktor lain yang mereka soroti adalah likuiditas. Data November menunjukkan pertumbuhan simpanan di bank lebih tinggi ketimbang kredit. Artinya, ada banyak dana menganggur yang siap dipinjamkan. Ini bisa jadi bahan bakar untuk permintaan kredit yang lebih kuat tahun depan.

Di sisi lain, sektor komoditas juga tak kalah panas. Di bawah BBRI, saham PT Aneka Tambang (ANTM) jadi sasaran empuk berikutnya dengan net buy Rp627,88 miliar. Aksi beli ini sejalan dengan kinerja sahamnya yang melonjak lebih dari 13% dalam seminggu, menjadi Rp3.630 per unit.

Minat terhadap saham besar lainnya masih kuat. PT Bank Central Asia (BBCA) dicatat beli bersih Rp454,28 miliar, sementara konglomerat PT Astra International (ASII) diborong senilai Rp489,80 miliar.

Gairah di sektor tambang dan energi benar-benar terasa. Selain ANTM, ada beberapa nama lain yang juga diburu. Saham PT Petrosea (PTRO) milik Prajogo Pangestu, contohnya, dibeli asing senilai Rp422,80 miliar. Disusul PT Vale Indonesia (INCO) Rp323,95 miliar dan PT Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp264,18 miliar.

Kenaikan harganya? Fantastis. PTRO naik 7,59%, INCO melambung 18,87%, dan MDKA 15,88% hanya dalam waktu satu pekan. Ini jelas mencerminkan sentimen positif pasar terhadap prospek komoditas logam, mulai dari nikel, tembaga, sampai aluminium.

Tak ketinggalan, saham energi juga ikut merasakan imbasnya. PT Rukun Raharja (RAJA) milik Happy Hapsoro masuk radar dengan net buy Rp393,28 miliar dan harga yang nyaris naik 29%, juga sempat cetak rekor. Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) yang dikendalikan konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir, dicatat beli asing lebih dari Rp220 miliar dengan kenaikan harga 15,38%.

Pergerakan pekan lalu menunjukkan betapa dinamisnya pasar kita. Investor asing tampaknya sedang menaruh kepercayaan besar pada sektor-sektor fundamental Indonesia. Tapi ingat, seperti biasa, keputusan investasi tetaplah ada di tangan Anda masing-masing.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar