Pasar saham kita lagi ramai banget dibicarain. Gimana nggak, sepanjang pekan kemarin, investor asing terlihat sangat agresif memburu saham-saham tertentu. Mereka terutama fokus pada dua sektor andalan: perbankan besar dan tambang.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, aliran dana asing bersih di pasar reguler mencapai Rp1,62 triliun. Angka yang cukup signifikan, dan dampaknya langsung terasa. IHSG sendiri naik 2,16 persen dalam sepekan, bahkan sempat nyentuh level psikologis 9.002,92 pada Rabu lalu. Itu adalah rekor tertinggi baru.
Nah, kalau dilihat lebih detail, borongan mereka nggak sembarangan. Mayoritas uang itu masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar alias blue-chip. Di sektor keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) jadi primadona. Sahamnya diborong asing senilai Rp644,44 miliar bersih, sementara harganya menguat 1,10% ke level Rp3.680.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia punya pandangan menarik soal prospek perbankan tahun depan. Mereka memproyeksikan pertumbuhan kredit akan membaik di 2026.
“Ada tiga faktor pendorong utama,” tulis analis dalam catatannya yang dikutip dari Dow Jones Newswires. “Penurunan suku bunga, peningkatan kredit bersubsidi pemerintah, plus program koperasi desa yang diharapkan memberi efek domino buat ekonomi.”
Faktor lain yang mereka soroti adalah likuiditas. Data November menunjukkan pertumbuhan simpanan di bank lebih tinggi ketimbang kredit. Artinya, ada banyak dana menganggur yang siap dipinjamkan. Ini bisa jadi bahan bakar untuk permintaan kredit yang lebih kuat tahun depan.
Artikel Terkait
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam
Bulog Siapkan Satu Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor ke Pasar ASEAN
Target Pajak 2025 Meleset, Pemerintah Diduga Pakai Jurus Super Maut
Tamagotchi Paradise Cetak Rekor, Gen Z dan Nostalgia Kidult Jadi Pendorong Utama