Di sisi lain, sektor komoditas juga tak kalah panas. Di bawah BBRI, saham PT Aneka Tambang (ANTM) jadi sasaran empuk berikutnya dengan net buy Rp627,88 miliar. Aksi beli ini sejalan dengan kinerja sahamnya yang melonjak lebih dari 13% dalam seminggu, menjadi Rp3.630 per unit.
Minat terhadap saham besar lainnya masih kuat. PT Bank Central Asia (BBCA) dicatat beli bersih Rp454,28 miliar, sementara konglomerat PT Astra International (ASII) diborong senilai Rp489,80 miliar.
Gairah di sektor tambang dan energi benar-benar terasa. Selain ANTM, ada beberapa nama lain yang juga diburu. Saham PT Petrosea (PTRO) milik Prajogo Pangestu, contohnya, dibeli asing senilai Rp422,80 miliar. Disusul PT Vale Indonesia (INCO) Rp323,95 miliar dan PT Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp264,18 miliar.
Kenaikan harganya? Fantastis. PTRO naik 7,59%, INCO melambung 18,87%, dan MDKA 15,88% hanya dalam waktu satu pekan. Ini jelas mencerminkan sentimen positif pasar terhadap prospek komoditas logam, mulai dari nikel, tembaga, sampai aluminium.
Tak ketinggalan, saham energi juga ikut merasakan imbasnya. PT Rukun Raharja (RAJA) milik Happy Hapsoro masuk radar dengan net buy Rp393,28 miliar dan harga yang nyaris naik 29%, juga sempat cetak rekor. Sementara itu, PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO) yang dikendalikan konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir, dicatat beli asing lebih dari Rp220 miliar dengan kenaikan harga 15,38%.
Pergerakan pekan lalu menunjukkan betapa dinamisnya pasar kita. Investor asing tampaknya sedang menaruh kepercayaan besar pada sektor-sektor fundamental Indonesia. Tapi ingat, seperti biasa, keputusan investasi tetaplah ada di tangan Anda masing-masing.
Artikel Terkait
Irak Potong Harga Minyak ke Asia di Tengah Gejolak Pasar Global
IHSG Terganjal di Level 8.970, Koreksi Sehat Mengintai
IHSG Diproyeksi Menguat, Sentimen Positif dari Dalam dan Luar Negeri
Wall Street Berakhir Pekan dengan Catatan Hijau, Saham Semikonduktor Jadi Penggerak